Menjadi satu tim, dikarenakan satu kesamaan, yakni keresahan hidup dan keinginan untuk sembuh secara body, mind & soul.
Ada banyak hal aneh terjadi dalam kehidupan kami, yang ga semua orang bisa memahaminya.
Kami belum pernah benar-benar belajar bahwa hidup itu ga bisa hanya mengandalkan logika semata, tapi ada sisi spiritual yang harus bisa kita terima.
Doktrin sosial membuat kami takut menghadapi sisi spiritual, takut dianggap klenik, padahal ketika jalannya selaras dengan Semesta, pastinya spiritual itu bukanlah hal yang tabu, karena Sang Pencipta pun hanya bisa kita rasa, ga bisa kita sentuh.
Memahami makna body, mind & soul, serta spiritual yang ternyata begitu dalam, sejak kami bertemu dengan Ibu Aldini Pratiwi, yang sering kami panggil Mbak atau Teh Tiwi.
Hidup yang kita jalani merupakan efek dari perbuatan kita, sadari dan jangan menganggap diri korban keadaan atau seseorang, karena itu hanya akan melemahkan hati kita.
Kesadaran untuk menunjuk orang lain ataupun situasi, lebih banyak introspeksi diri, membuat kami lebih menikmati proses hidup.
Tidak hanya introspeksi kondisi diri, kita pun menelusuri akar masalah emosi ini muncul, dan sakit fisik yang selalu timbul padahal sudah bolak-balik ke dokter.
Selama proses pemahamannya, Teh Tiwi selalu membimbing dan mengajak kami untuk saling mendukung dan belajar, supaya pikiran dan jiwa kami selalu bertumbuh dan berproses.
Dan disinilah kami, berkumpul menjadi suatu komunitas yang ga pernah berhenti belajar dan mendalami makna kehidupan.